Kamis, 23 Oktober 2008

Krisis Dana dan Semangat Klub-klub Aceh


PERSOALAN keuangan yang melanda sejumlah klub-klub sepakbola Aceh memang meresahkan peta persaingan si kulit bundar di tanah rencong. Walaupun demikian, masih ada secercah semangat yang ditunjukkan para pemain yang tetap solid membela klubnya masing-masing.

Kendati dibelit permasalahan keuangan klub, PSSB Bireuen mampu menampilkan performa stabil di delapan laga terakhir Indonesia Premier League (IPL). Mereka hanya menuai sekali kekalahan dan dua kali imbang, sisanya sukses dituntaskan Laskar Batee Kureng dengan kemenangan.
Kekalahan itu pun didapat ketika bertandang ke markas Persibat Batang. Skuad besutan Anwar yang memang menurun kondisi fisiknya usai melaksanakan ibadah puasa turun tanpa persiapan penuh. Mereka hanya pasrah ketika dipaksa pulang dengan tangan hampa.

Namun, trek bagus kembali didulang Kubay Qoiyan dkk setelah menumbangkan PSAP Sigli dengan skor telak 2-0. Walau sempat ditahan imbang Persiraja 1-1 di laga sebelumnya, PSSB mulai terlihat berada dalam atmosfer positif.
Hal yang sama juga terjadi di kubu Persiraja Banda Aceh. Gonjang-ganjing ditubuh bonden Kutaraja mengenai gaji pemain yang belum dibayar menjadi momok serius di jeda musim bulan Ramadhan. Bahkan berhembus isu tak sedap soal keengganan pemain kembali memperkuat klub.

Namun, nyatanya klub berjuluk Lantak Laju ini mampu menggoreskan senyum di wajah para pendukung setia mereka dengan mengawali jeda musim lewat raihan mengkilap. Setelah sukses menahan imbang tuan rumah PSSB di Stadion Cot Gapu yang terkenal angker bagi tim-tim lawan, Musawir cs mengganas dengan mempermalukan PSDS Deli Serdang di depan publik sendiri.

Hasil ini tentu jauh meleset dari dugaan semula, dimana awalnya Persiraja ‘divonis’ semakin terpuruk oleh terpaan krisis dana klub yang berkepanjangan. Ditambah lagi, performa yang kurang menjanjikan di awal musim dimana mereka tiga kali tersungkur di kaki lawan. Satu diantaranya justru diderita di kandang sendiri.

Satu-satunya tim asal Aceh yang masih berkutat di papan bawah klasemen sementara IPL hanya PSAP Sigli. Klub yang satu ini memang porak-poranda usai dicemooh pendukung sendiri setelah berkali-kali bertekuk lutut baik laga tandang maupun kandang.

Dua hasil negatif yang diperoleh Laskar Aneuk Nanggroe di dua partai terakhir turut diperparah dengan memanasnya kursi sang pelatih, Sofyan Hadi. Mantan caretaker Persiraja ini absen mendampingi anak-anak asuhnya berlaga. Pihak klub sendiri enggan memberikan keterangan pasti kemana sang arsitek lapangan hijau ini ‘menghilang’.

Kendati demikian, terlepas dari tren buruk yang membelit PSAP, para pemainnya tetap gigih membawa klub Sigli ini ke arah yang lebih baik. Seperti perjuangan spartan yang diperlihatkan Sunday M Seah dkk ketika meladeni PSDS Deli Serdang di Lubuk Pakam. Walau mesti keluar lapangan tanpa poin, para jugador PSAP keluar dengan kepala tegak setelah mampu merepotkan tim tuan rumah. Marka 1-0 itupun didapat PSDS lewat sebuah laga sarat kontroversial.

Saat ini hanya semangat yang mampu membangkitkan klub-klub serambi mekah ini dari keterpurukan. Semangat pantang menyerah dan keyakinan untuk membawa tim ke level yang lebih tinggi menjadi satu telur emas yang tersisa di relung hati terdalam para pemain.Ya, semangat untuk menopang ketidakmapanan tim dan menjejakkan panji-panji tanah rencong di medan peperangan Liga Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar